Muda Mudi Indonesia Bangkit (Bahasa)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Indonesia, Apa yang terlintas dibenakmu saat mendengar kata
“Indonesia”. Luas, beranekaragam suku dan bahasa. Dulu pendiri bangsa kita
menyebut Indonesia itu hebat, beranekaragam suku bangsa, bahasa dan agama.
Tetapi sadar atau tidak sekarang semuanya berbeda. Suku sunda salah satunya,
saya menjelaskan tentang sunda karena saya asli orang sunda (Abdi urang sunda
asli! ). Kerinduan sering kali muncul saat saya kecil, begitu bersatunya orang
sunda, setiap orang yang ditemui selalu menyapa dan memberi senyuman. Keramahan
orang sunda menyebar hingga seantero Indonesia. Individualisme makin merasuki
jiwa. Terlebih saya tipe orang yang introvert semakin individualis dengan
dukungan keadaan yang semakin membuat diri tertutup. Jauh jadi dekat, dekat
jadi jauh. Kita lebih suka bergelut di dunia maya daripada dunia nyata,
sehingga untuk kita remaja labil lebih mudah terbawa pergaulan, rasa gengsi
selalu menyelemuti, pemakaian bahasa sendiri pun sering tak terpakai. Hanya kita
saja yang seperti ini atau yang lain? Entah..
Untuk apa bahasa daerah?
Untuk apa bahasa pemersatu indonesia?
Untuk apa bahasa universal inggris?
Sampai-sampai sekarang ada pembelajaran bahasa asing
lainnya, untuk apa itu semua?
Mari kita pecahkan ini semua! Pertama, bahasa daerah
menurut Wikipedia bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan di
suatu wilayah dalam sebuah negara kebangsaan pada suatu daerah kecil, negara
bagian federal, provinsi, atau daerah yang lebih luas. Saya sengaja menggaris
bawahi kata tersebut, agar jelas bahasa daerah digunakan untuk saudara sesuku
bangsa, sunda dengan sunda, jawa dengan jawa, batak dengan batak, minang dengan
minang dan lainnya. Jadi apakah kita perlu memakai bahasa indonesia bahkan
inggris ketika berbincang dengan saudara sesuku bangsa. Tapi ketika acara
formal yang KEMUNGKINAN tidak hanya satu suku bangsa akan lain ceritanya.
Terutama suku sunda, coba kita lihat orang-orang yang merantau ke tanah sunda,
meraka tidak malu memakai bahasa mereka, tetapi kita orang sunda agak aneh malu
memakai bahasa sendiri di rumah sendiri. Tetapi lain ceritanya ketika
menggunakan bahasa asing karena sedang belajar.
Kedua, bahasa indonesia. Dalam sumpah pemuda poin ke 3
berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu bahasa
Indonesia” Orang Indonesia pakai bahasa Indonesia, jangan sampai karena ingin
dibilang gaul atau hitz kita lupa kalau bahasa Indonesia adalah kebanggaan
Indonesia, bahasa indonesia adalah salah satu alat pemersatu bangsa Indonesia
yang beranekaragam. Tapi tetap jangan lupakan bahasa daerah, eehhh tapii
apabila kita dan teman bertemu dengan orang berbeda suku, lebih baik
menggunakan bahasa Indonesia karena apabila kita menggunakan bahasa daerah
orang akan mengira kita mempermainkannya atau membicarakannya apalagi sampai
berbisik – bisik, tetapi semoga orang itu tetap berprasangka baik aamiin.
Kembali ke masalah.. Jadi lestarikanlah bahasa indonesia, kita tidak harus
malu, ketika orang lain berbicara campuran bahasa indonesia dan inggris. Heyyy
ingat kita generasi muda harapan bangsa kalau bukan kita siapa lagi, koar –
koar menghina pemerintah yang bentar lagi mau pensiun hhhhh.. masih mending
kalau membangun ‘STOP!’ Kritik dan menghina adalah dua hal yang berbeda yaaa....
Ketiga, bahasa universal inggris. Universal berarti berlaku
untuk semua, bahasa pemersatu dunia, benar bukan? Dunia bukan Indonesia,
pergaulan memang sudah sangat tak berbatas sekarang orang Indonesia bisa
berteman dengan warga negara manapun, tapi apakah harus memakai bahasa inggris
dengan teman sebangsa? Ayook mulai perubahan, rubah diri sendiri saja dulu
jangan lihat orang lain. Ingat teman, orang lain juga butuh contoh bukan cuma ceramah
panjang lebar. Tapi, lain cerita apabila kita sedang belajar bahasa inggris,
silahkan belajar yang giat kita sangat membutuhkannya pada zaman ini.
Keempat, bahasa asing lainnya. Kita lihat mulai bermunculan
sekolah-sekolah bahasa asing, apa tujannya kira-kira? Atau apa tujuan Indonesia
mengijinkannya? Tentu dengan alasan yang baik, mandarin misalnya kita sadar
cina sudah hampir menguasai sektor ekonomi dunia jadi, kita memerlukannya.
Dari penjelasan diatas, bukan berarti saya sudah sempurna
menjadi WNI yang baik, tetapi bila berjuang bersama-sama itu indah bukan? Kita
sama-sama berjuang untuk bangsa. Oh ya kalian ingat do’a-do’a yang sering
diberikan kepada bayi yang baru lahir? “Semoga anak ini menjadi orang yang
berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsa” Bukankah do’a saja cukup, tentu
tidak bukan? Ikhtiar juga harus dilakukan! Tak perlu berbondong-bondong ke
gedung DPR, bakar fasilitas umum dan lain-lain ayo ubah diri kita sedikit demi
sedikit pertama yaa mulai dari bahasa ini. Semangat!!
Mohon masukannya saya sadar ini jauh dari kata sempurna,
terimakasih :)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh