Senin, 20 Juni 2016

Muda Mudi Indonesia Bangkit (Bahasa)



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Indonesia, Apa yang terlintas dibenakmu saat mendengar kata “Indonesia”. Luas, beranekaragam suku dan bahasa. Dulu pendiri bangsa kita menyebut Indonesia itu hebat, beranekaragam suku bangsa, bahasa dan agama. Tetapi sadar atau tidak sekarang semuanya berbeda. Suku sunda salah satunya, saya menjelaskan tentang sunda karena saya asli orang sunda (Abdi urang sunda asli! ). Kerinduan sering kali muncul saat saya kecil, begitu bersatunya orang sunda, setiap orang yang ditemui selalu menyapa dan memberi senyuman. Keramahan orang sunda menyebar hingga seantero Indonesia. Individualisme makin merasuki jiwa. Terlebih saya tipe orang yang introvert semakin individualis dengan dukungan keadaan yang semakin membuat diri tertutup. Jauh jadi dekat, dekat jadi jauh. Kita lebih suka bergelut di dunia maya daripada dunia nyata, sehingga untuk kita remaja labil lebih mudah terbawa pergaulan, rasa gengsi selalu menyelemuti, pemakaian bahasa sendiri pun sering tak terpakai. Hanya kita saja yang seperti ini atau yang lain? Entah.. 

Untuk apa bahasa daerah?

Untuk apa bahasa pemersatu indonesia?

Untuk apa bahasa universal inggris?

Sampai-sampai sekarang ada pembelajaran bahasa asing lainnya, untuk apa itu semua?

Mari kita pecahkan ini semua! Pertama, bahasa daerah menurut Wikipedia bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan di suatu wilayah dalam sebuah negara kebangsaan pada suatu daerah kecil, negara bagian federal, provinsi, atau daerah yang lebih luas. Saya sengaja menggaris bawahi kata tersebut, agar jelas bahasa daerah digunakan untuk saudara sesuku bangsa, sunda dengan sunda, jawa dengan jawa, batak dengan batak, minang dengan minang dan lainnya. Jadi apakah kita perlu memakai bahasa indonesia bahkan inggris ketika berbincang dengan saudara sesuku bangsa. Tapi ketika acara formal yang KEMUNGKINAN tidak hanya satu suku bangsa akan lain ceritanya. Terutama suku sunda, coba kita lihat orang-orang yang merantau ke tanah sunda, meraka tidak malu memakai bahasa mereka, tetapi kita orang sunda agak aneh malu memakai bahasa sendiri di rumah sendiri. Tetapi lain ceritanya ketika menggunakan bahasa asing karena sedang belajar.

Kedua, bahasa indonesia. Dalam sumpah pemuda poin ke 3 berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu bahasa Indonesia” Orang Indonesia pakai bahasa Indonesia, jangan sampai karena ingin dibilang gaul atau hitz kita lupa kalau bahasa Indonesia adalah kebanggaan Indonesia, bahasa indonesia adalah salah satu alat pemersatu bangsa Indonesia yang beranekaragam. Tapi tetap jangan lupakan bahasa daerah, eehhh tapii apabila kita dan teman bertemu dengan orang berbeda suku, lebih baik menggunakan bahasa Indonesia karena apabila kita menggunakan bahasa daerah orang akan mengira kita mempermainkannya atau membicarakannya apalagi sampai berbisik – bisik, tetapi semoga orang itu tetap berprasangka baik aamiin. Kembali ke masalah.. Jadi lestarikanlah bahasa indonesia, kita tidak harus malu, ketika orang lain berbicara campuran bahasa indonesia dan inggris. Heyyy ingat kita generasi muda harapan bangsa kalau bukan kita siapa lagi, koar – koar menghina pemerintah yang bentar lagi mau pensiun hhhhh.. masih mending kalau membangun ‘STOP!’ Kritik dan menghina adalah dua hal yang berbeda yaaa....

Ketiga, bahasa universal inggris. Universal berarti berlaku untuk semua, bahasa pemersatu dunia, benar bukan? Dunia bukan Indonesia, pergaulan memang sudah sangat tak berbatas sekarang orang Indonesia bisa berteman dengan warga negara manapun, tapi apakah harus memakai bahasa inggris dengan teman sebangsa? Ayook mulai perubahan, rubah diri sendiri saja dulu jangan lihat orang lain. Ingat teman, orang lain juga butuh contoh bukan cuma ceramah panjang lebar. Tapi, lain cerita apabila kita sedang belajar bahasa inggris, silahkan belajar yang giat kita sangat membutuhkannya pada zaman ini.

Keempat, bahasa asing lainnya. Kita lihat mulai bermunculan sekolah-sekolah bahasa asing, apa tujannya kira-kira? Atau apa tujuan Indonesia mengijinkannya? Tentu dengan alasan yang baik, mandarin misalnya kita sadar cina sudah hampir menguasai sektor ekonomi dunia jadi, kita memerlukannya.

Dari penjelasan diatas, bukan berarti saya sudah sempurna menjadi WNI yang baik, tetapi bila berjuang bersama-sama itu indah bukan? Kita sama-sama berjuang untuk bangsa. Oh ya kalian ingat do’a-do’a yang sering diberikan kepada bayi yang baru lahir? “Semoga anak ini menjadi orang yang berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsa” Bukankah do’a saja cukup, tentu tidak bukan? Ikhtiar juga harus dilakukan! Tak perlu berbondong-bondong ke gedung DPR, bakar fasilitas umum dan lain-lain ayo ubah diri kita sedikit demi sedikit pertama yaa mulai dari bahasa ini. Semangat!!

Mohon masukannya saya sadar ini jauh dari kata sempurna, terimakasih :)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh