BALANCE
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Menguak misteri menyebalkan,
menyebabkan
hijab berantakan,
kalkulator maruragan
membuat kelas penuh jorowokan
jadi kelabakan.
Kenapa akuntansi harus selalu balance? “Ya emang
aturannya el”/ “Ya emang dari sananya!”/ “èmang kitu ai manèh!
Bel*gug manèhmah èL
:(“/”emang gitu el :) ”
/ “Itu namanya double entry, jadi emang harus balance”/Kumaha *ia el!/
“Mahia -_- “/ “Gak tahu”
Jawaban – jawaban keputusasaan :(
My teacher said : “In Accountancy is not bullshit, all of
word, all of rule aren’t bullshit.There are always have meaning in it.
Jadi, kenapa harus balance? Aku gak sempet tanya ke
guru sih, bukan gak sempet tapi ya enggak aja, ya enggak pokoknya.
Tapi, bentar... kalau kita inget inget postingan sebelumnya
tentang Cost & Loss, kesimpulan dari itu adalah setiap kita mengorbankan sesuatu, pasti ada yang didapatkan. Tuh
kan! Lumayan nyambung!
Harusnya gambar diatas itu disini, mohon maaf sebesar-besarnya.
Yang dilingkarin itu, yang harus balance, maaf gak rapih
Yang dilingkarin itu, yang harus balance, maaf gak rapih
Terus, coba liat dibawah
Angkanya kembar-kembarkan? Iya, itu double
entry, semuanya berpasangan, contoh tanggal 02, ketika perlengkapan kantor
bertambah. Kalau beli sesuatu pasti ada yang dikorbankan kan? Kalau gak tunai,
ya ngutang. Nah, utang dalam akuntansi juga disebut ‘kewajiban’. Dalam jurnal
tersebut, ketika perlengkapan kantor bertambah, timbul utang usaha (karena ini
perusahaan jasa). Sambungin ke masalah tadi, (balance : seimbang)
tanggal 02 kita jadi punya utang usaha sebesar Rp150.000,00 artinya punya
kewajiban yang harus dilaksanakan (dibayar) sesuai syarat yang sudah
ditentukan, uang bakalan pergi, tapi bakalan diganti oleh perlengkapan kantor
sebesar Rp150.000,00 pula, jadi seimbangkan? Yeeee
Jadi maksud dari harus selalu balance
disini, seimbang antara sebab dan akibat, yang dikeluarkan dan yang
didapatkan. Nah, kalian pasti gak semua orang akuntansi kan? Ini juga sangat
bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, kita mikir kalau kita ngutang atau
ngabisin duit, bakal ada timbal baliknya gak? Jadi bakal ketahuan, alasan kita
ngorbanin aset (segala sesuatu yang kita miliki) ada sebab atau enggak. Sip
beres!
Tapi, kalau sedekah gak usah mikir
timbal balik segala, itu urusan Tuhan, Tuhan pasti bales.
Catetan dikit :
- - Kenapa
penulisan uang antara Rp dan angka harus rapet? Karena uang adalah hal yang sensitif,
kejahatan bisa terjadi dimanapun jika terlihat jarak antara mereka berdua, Rp
& angka, bisa aja ada yang nambahin angka, nilainya bakal berubah kan,
bahaya banget tuh!
-
- Lalu
kenapa ada ,00 Soalnya, gak semua harga itu angkanya bulet. Misal, Rp250.000,75
kan gitu juga suka ada. Jangan diremehin, kalau kita punya piutang (orang lain
yang ngutang ke kita) Rp980.000,75 terus ada banyak yang begitu, misal 100
debitur (orang yang bikin kita debit/orang yang ngutang ke kita) Rp75,00*100 =
Rp7500,00 kalau terus terusan di buletin alias dipaskeun da kagok, matak
riweuh ilang deh duit segitu, masih mending kalau yang Rp980.000,75 itu
laba (untung) bersihnya, gimana kalau masih kotor (belum dipisahin sama modal
dan yang lainnya) dan ternyata untungnya itu yang ilang tadi? Hhhh.. Dan masih
banyak kejadian yang bakal bikin nyesel kalau sampe ngebuletin harga.
Ya, pembukaan diatas emang agak lebay
sih, tapi emang pusing, kalau gak balance di salah satu step aja,
bakal ribet banget, kalau kejadian gak balance di tengah, ya harus cek
dari awal. Soalnya siklus akuntansi saling berhubungan. Meskipun hanya sebagian
kecil materi akuntansi yang diajarkan di SMK/SMEA.
Terimakasih, Wassalamu’alakum
Warrahmatullahi Wabarakatuh. :D
0 komentar:
Posting Komentar