Senin, 12 Juni 2017

BALANCE



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Menguak misteri menyebalkan,
 menyebabkan
                         hijab berantakan,
                         kalkulator maruragan
                         membuat kelas penuh jorowokan
                         jadi kelabakan.
Kenapa akuntansi harus selalu balance? “Ya emang aturannya el”/ “Ya emang dari sananya!”/ “èmang kitu ai manèh! Bel*gug manèhmah èL :(“/”emang gitu el :) ” / “Itu namanya double entry, jadi emang harus balance”/Kumaha *ia el!/ “Mahia -_- “/ “Gak tahu”
Jawaban – jawaban keputusasaan :(

My teacher said : “In Accountancy is not bullshit, all of word, all of rule aren’t bullshit.There are always have meaning in it.

Jadi, kenapa harus balance? Aku gak sempet tanya ke guru sih, bukan gak sempet tapi ya enggak aja, ya enggak pokoknya.

Tapi, bentar... kalau kita inget inget postingan sebelumnya tentang Cost & Loss, kesimpulan dari itu adalah setiap kita mengorbankan sesuatu, pasti ada yang didapatkan. Tuh kan! Lumayan nyambung!

Harusnya gambar diatas itu disini, mohon maaf sebesar-besarnya.

Yang dilingkarin itu, yang harus balance, maaf gak rapih
Terus, coba liat dibawah




Angkanya kembar-kembarkan? Iya, itu double entry, semuanya berpasangan, contoh tanggal 02, ketika perlengkapan kantor bertambah. Kalau beli sesuatu pasti ada yang dikorbankan kan? Kalau gak tunai, ya ngutang. Nah, utang dalam akuntansi juga disebut ‘kewajiban’. Dalam jurnal tersebut, ketika perlengkapan kantor bertambah, timbul utang usaha (karena ini perusahaan jasa). Sambungin ke masalah tadi, (balance : seimbang) tanggal 02 kita jadi punya utang usaha sebesar Rp150.000,00 artinya punya kewajiban yang harus dilaksanakan (dibayar) sesuai syarat yang sudah ditentukan, uang bakalan pergi, tapi bakalan diganti oleh perlengkapan kantor sebesar Rp150.000,00 pula, jadi seimbangkan? Yeeee
Jadi maksud dari harus selalu balance disini, seimbang antara sebab dan akibat, yang dikeluarkan dan yang didapatkan. Nah, kalian pasti gak semua orang akuntansi kan? Ini juga sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, kita mikir kalau kita ngutang atau ngabisin duit, bakal ada timbal baliknya gak? Jadi bakal ketahuan, alasan kita ngorbanin aset (segala sesuatu yang kita miliki) ada sebab atau enggak. Sip beres!
Tapi, kalau sedekah gak usah mikir timbal balik segala, itu urusan Tuhan, Tuhan pasti bales.

Catetan dikit :
 
 -    - Kenapa penulisan uang antara Rp dan angka harus rapet? Karena uang adalah hal yang sensitif, kejahatan bisa terjadi dimanapun jika terlihat jarak antara mereka berdua, Rp & angka, bisa aja ada yang nambahin angka, nilainya bakal berubah kan, bahaya banget tuh!
-           
      - Lalu kenapa ada ,00 Soalnya, gak semua harga itu angkanya bulet. Misal, Rp250.000,75 kan gitu juga suka ada. Jangan diremehin, kalau kita punya piutang (orang lain yang ngutang ke kita) Rp980.000,75 terus ada banyak yang begitu, misal 100 debitur (orang yang bikin kita debit/orang yang ngutang ke kita) Rp75,00*100 = Rp7500,00 kalau terus terusan di buletin alias dipaskeun da kagok, matak riweuh ilang deh duit segitu, masih mending kalau yang Rp980.000,75 itu laba (untung) bersihnya, gimana kalau masih kotor (belum dipisahin sama modal dan yang lainnya) dan ternyata untungnya itu yang ilang tadi? Hhhh.. Dan masih banyak kejadian yang bakal bikin nyesel kalau sampe ngebuletin harga.

Ya, pembukaan diatas emang agak lebay sih, tapi emang pusing, kalau gak balance di salah satu step aja, bakal ribet banget, kalau kejadian gak balance di tengah, ya harus cek dari awal. Soalnya siklus akuntansi saling berhubungan. Meskipun hanya sebagian kecil materi akuntansi yang diajarkan di SMK/SMEA.

Terimakasih, Wassalamu’alakum Warrahmatullahi Wabarakatuh. :D














Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar