Ini baru "Harkos" !
“This product is limited edition !!!
tidak seperti upil yang tak pernah habis...” dari televisi. Untuk kesekian
kalinya shantika mendengar ocehan salesman berbaju hitam putih itu di setiap
stasiun televisi dan dia mulai membayangkan bagaimana jika dia memiliki benda
tersebut.
TAMAT
Warning : Judul tidak ada hubungannya dengan saya (penulis blog ini), saya tak pernah dan gak akan mau merasakan harkos, php, diselingkuhin, dan lain-lain.
“aku akan memanfaatkan handphone itu
sebaik-baiknya, e-commerc oke juga yaa, mana itu pake jaringan tercepat lagi!!
Pasti asik dan bisa melayani pelanggan dengan cepat, browsing materi juga
bakalan lebih asikk, kameranya?? Ah kameranya kerenn, memori juga gede, ... Fix inimah aku beneran pengen. Makk
aku pingin ituuu !! (nunjuk tv)” ucap shantika dengan semangat.
Tapi saat shantika menunjuk,
iklannya sudah lewat, dia malah menunjuk undew*re pria.
“Kenapa ini anak? (muka heran dengan
mulut ternganga)” ucap ibu shantika
Keesokkan
harinya shantika menjalani hari seperti anak lainnya, pergi ke sekolah dengan
mengenakan seragam putih abunya, dia baru beberapa bulan di SMA. Setibanya di
sekolah dia langsung duduk dan tanpa sadar mulai merencanakan apa yang akan
dilakukan terhadap hp impiannya dengan efisien.
“Ringggg” suara telepon masuk yang
ternyata bersumber dari teman sebangku dia dan itu hp yang dia mau. “Krik,
krik, krik...”
“Sintaaa, sejak
kapan kamu punya hp itu?” tanya Shantika
“Baru kemaren
malem dibeliin ayah. “ Jawab Sinta dengan tenang sambil terus menatap layar hp
itu dan tidak terlalu menghiraukan Shantika.
“Perasaan aku
yang pengen, kalau aku minta ke ayah, kayaknya gak mungkin dibeliin deh, beban
dia udah terlalu berat, yaudah lah ngumpulin uang sendiri aja kali ya kalau
buat kebaikanmah pasti cepetlah dikabulinnya, ya Aamiin. “ Gumam Shantika dalam
hati.
Hari
demi hari Shantika terus mengumpulkan uang, dengan mengurangi jajan, dan
kebutuhan lainnya yang biasa di beli. Tak terasa hari rayapun semakin dekat,
tinggal 2 hari lagi. Siang hari di ruang tamu Shantika sedang mengobrol dengan
ibunya.
“Mak, mau
ngasih berapa nanti? “ tanya Shantika kepada ibunya.
“Apa maksud
kamu itu (memandangi Shantika dengan heran)?“ Jawab Ibu yang balik bertanya.
“Yaa, lebaran..
THR THR maakk. “ Goda Shantika
“Kamu kan udah
gede,” Jawab ibu Shantika.
“Ya, justru itu
karena aku udah gede pasti dikit yang ngasih ke aku, jadi emak sama bapak harus
ngasih gede. “
“Iyalah, gimana
entar aja. “
“Siapp..
ditunggu. “ Jawab Shantika dengan semangat.
Dengan
semangat Shantika mengumpulkan uang untuk hp idamannya itu, rupiah demi rupiah
disusun dengan rapih dan penuh cinta.
“Empat ratus
lima puluh, empat ratus enam puluh, eh ada lima ratusan, jadi empat ratus enam
puluh ribu lima ratus. Siip udah lumayan, cukuplah dikit lagi juga, buat uang
muka hp kredit. “
Tak
terasa hari raya tiba, seperti keluarga lainnya keluarga Shantika juga
merayakan hari raya Idul Fitri, diawali dengan shalat ied lalu bermaaf-maafan.
“Maafin aku ya
bi!” Shantika meminta maaf kepada bibinya
“Iya dimaafkan,
kamu tenang saja, ini ada sedikit untuk beli buku.” Jawab bibinya sambil
memberikan uang THR.
“Terimakasih
bibi, terimakasih!” Jawab Shantika sangat senang.
Rencana
Shantika mengumpulkan uang berjalan dengan lancar, ternyata lumayan banyak yang
memberinya uang walaupun dia sudah cukup dewasa.
Perayaan
idul fitri telah berlalu dan uang yang terkumpul lumayan banyak, tapi masih
terlalu sedikit jika dibandingkan dengan harga handphone yang diinginkannya.
Shantika berusaha keras menyisihkan kembali uang jajan yang diberikan orang
tuanya.
“Enam ratus,
tujuh ratus... lima puluh ribu, yes lumayan kalau segini sih sudah bisa
dijadikan uang muka handphone kredit.” Gumam Shantika dalam hati dengan
semangat.
Tiba-tiba
“Wayahna tempe deui tempe deui, wayah...” tanda ada sms masuk.
57JHN788 Jual berbagai macam merek hp dengan harga
murah.
Tanpa
berpikir panjang Shantika langusung mengundang pin itu, beberapa menit kemudian
olshop itu menerimanya. Sebagian besar anak muda kurang bisa mengendalikan
keinginannya, termasuk Shantika, ia langsung menanyakan hp idamannya apakah
termasuk dagangan olshop itu?
Ping !!!
Iya,
ada yang bisa saya bantu?
Apakah anda menjual Zetphone J1?"
Tentu
ada, dan kabar baiknya kami menjual dengan harga murah, hanya Rp 750.000,00. Karena lokasi kami berada di daerah perbatasan
dan tidak dikenakan pajak, apakah kamu tertarik? Kami akan mengirimkan bukti
pelayanan kami. Terimakasih J
Silahkan, saya ingin melihat bukti pelayanan anda terlebih
dahulu.
Pihak
online shop itupun mengirimkan sebuah photo sebuah hp yang sudah dikirimkan
kepada konsumen, Shantika begitu menginginkan hp itu jadi dia dengan sangat
mudah percaya dengan photo yang dikirimkan And Shop (nama samaran).
Ok, saya akan membelinya, kira-kira berapa hari sampainya
setelah pembayaran?
Tenang,
kami pastikan 2 hari setelah pembayaran, barang akan sampai di tangan anda.
Pihak
olshop memberi petunjuk pengisian data yang harus diisi oleh Shantika, dan
petunjuk pembayarannya. Shantikapun segera mengirimkan uangnya, dengan harapan
yang sangat besar.
Penantian
Shantika untuk hp itu, dilakoninya dengan sabar, 2 hari berselang kiriman yang
ditunggu tak kunjung datang, tetapi Shantika tetap sabar dan berfikir positif.
Malam hari ke 3 setelah pembayaran.
“Kamu ini lagi nuggu apa sih, bantu
mak beres-beres juga enggak?” Tanya ibu Shantika dengan heran.
“Aku sedang menunggu handphone
impianku datang.” Jawab Shantika dengan tidak terlalu menghiraukan ibunya.
“Memang kamu beli dimana, dan
harganya berapa?” Tanya ibu kembali.
“Aku beli di And Shop (nama
samaran), cuman Rp750.000,00” Jawab Shantika.
“Hah, murah sekali kamu yakin,
bagaimana kalau mereka penipu?” Jawab ibu dengan wajah khawatir.
”Awalnya sih aku juga berpikir
begitu, tetapi setelah mereka menjelaskan bahwa lokasi mereka berada di daerah
perbatasan yang jarang terkena pajak, aku menjadi sangat percaya..” Jawab
Shantika dengan penuh keyakinan.
“Berarti itu barang selundupan,
kenapa kamu ini?” Jawab ibu heran.
“Biarin ajalah yang penting aku
dapat hpnya.” Jawab Shantika sambil tersenyum.
“Taapiii... “ Terlanjur dipotong
oleh Shantika.
“Udahlah makk.” Jawab Shantika
“Ya udah lah terserah kalau begitu,
kamu ini memang kerasa kepala.” Jawab ibu.
Sudah
larut malam, Shantika tetap menunggu dengan setia dan penuh pengharapan. Tak
terasa sudah seminggu dia seperti itu, diapun berniat untuk menghubungi kembali
pihak olshopnya, ternyata saat di cek, mereka sudah tidak sekontak lagi, pihak
olshop menghapus kontak dengan Shantika.
“Sial! Aku ditipu, ini sangat
menyebalkan, kauuuu brengsek (teriak) !!” Reaksi Shantika setelah melihat dia
tidak sekontak lagi dengan olshop itu.
Diapun
menangis karena begitu besar pengorbanan yang dia berikan, uang Rp750.000,00
sangat besar bagi pelajar seperti Shantika, sepanjang hari dia hanya
marah-marah. Sampai suatu ketika ibu Shantika menasehati.
“Membeli barang selundupan sungguh
tidak baik, berarti kamu mencuri hak milik negara yang juga hak rakyat bangsa
Indonesia, selain itu disaat kamu memotong pembicaraan mak, sebenarnya mak
ingin menjelaskan, ppn yang di minta pemerintah hanya 10% dari harga asli
barang, sedangkan harga olshop yang kamu percaya itu benar-benar tidak masuk
akal, karena saat mak cek harga hp yang kamu inginkan berkisar 3 juta ke atas.
Setahu mak kamu ini orangnya sangat kritis, tetapi kenapa sekarang jadi begini,
nafsuan haha.” Nasehat ibu diiringi dengan candaan.
“Sudah, semuanya sudah
terjadi.”Shantika tambah geram, semua nasihat tidak terserap dengan baik,
karena dia masih dalam keadaan emosi yang berlebihan.
TAMAT
Based on true Story, nama tidak disamarkan, intinya hati-hati hehe
Pesan dari Shantika, pemeran utama dari cerpen ini : Tapi dari kejadian ini aku dapat hikmahnya karena pengalaman hidup ini menjadi pelajaran agar tidak dapat terulang kembali dimasa yang akan datang dengan kerugian yang cukup besar pula. Alhamdulillah aku menjadi mengerti bahwa jika kita menginginkan sesuatu harus dengan sabar, berpikir panjang bukan dengan emosi atau mendukung atas ego kita.. Karena sebuah pengalaman akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dan janganlah engkau sesali atas perbuatan yang telah kamu buat melainkan hal tersebut cerminan bagi kita
Pesan dari Shantika, pemeran utama dari cerpen ini : Tapi dari kejadian ini aku dapat hikmahnya karena pengalaman hidup ini menjadi pelajaran agar tidak dapat terulang kembali dimasa yang akan datang dengan kerugian yang cukup besar pula. Alhamdulillah aku menjadi mengerti bahwa jika kita menginginkan sesuatu harus dengan sabar, berpikir panjang bukan dengan emosi atau mendukung atas ego kita.. Karena sebuah pengalaman akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dan janganlah engkau sesali atas perbuatan yang telah kamu buat melainkan hal tersebut cerminan bagi kita
Warning : Judul tidak ada hubungannya dengan saya (penulis blog ini), saya tak pernah dan gak akan mau merasakan harkos, php, diselingkuhin, dan lain-lain.