Jumat, 14 April 2017

Ini baru "Harkos" !

“This product is limited edition !!! tidak seperti upil yang tak pernah habis...” dari televisi. Untuk kesekian kalinya shantika mendengar ocehan salesman berbaju hitam putih itu di setiap stasiun televisi dan dia mulai membayangkan bagaimana jika dia memiliki benda tersebut.

 “aku akan memanfaatkan handphone itu sebaik-baiknya, e-commerc oke juga yaa, mana itu pake jaringan tercepat lagi!! Pasti asik dan bisa melayani pelanggan dengan cepat, browsing materi juga bakalan lebih asikk, kameranya?? Ah kameranya kerenn, memori juga gede, ... Fix inimah aku beneran pengen. Makk aku pingin ituuu !! (nunjuk tv)” ucap shantika dengan semangat.       
Tapi saat shantika menunjuk, iklannya sudah lewat, dia malah menunjuk undew*re pria.
“Kenapa ini anak? (muka heran dengan mulut ternganga)” ucap ibu shantika
Keesokkan harinya shantika menjalani hari seperti anak lainnya, pergi ke sekolah dengan mengenakan seragam putih abunya, dia baru beberapa bulan di SMA. Setibanya di sekolah dia langsung duduk dan tanpa sadar mulai merencanakan apa yang akan dilakukan terhadap hp impiannya dengan efisien.
“Ringggg” suara telepon masuk yang ternyata bersumber dari teman sebangku dia dan itu hp yang dia mau. “Krik, krik, krik...”
“Sintaaa, sejak kapan kamu punya hp itu?” tanya Shantika
“Baru kemaren malem dibeliin ayah. “ Jawab Sinta dengan tenang sambil terus menatap layar hp itu dan tidak terlalu menghiraukan Shantika.
“Perasaan aku yang pengen, kalau aku minta ke ayah, kayaknya gak mungkin dibeliin deh, beban dia udah terlalu berat, yaudah lah ngumpulin uang sendiri aja kali ya kalau buat kebaikanmah pasti cepetlah dikabulinnya, ya Aamiin. “ Gumam Shantika dalam hati.
Hari demi hari Shantika terus mengumpulkan uang, dengan mengurangi jajan, dan kebutuhan lainnya yang biasa di beli. Tak terasa hari rayapun semakin dekat, tinggal 2 hari lagi. Siang hari di ruang tamu Shantika sedang mengobrol dengan ibunya.
“Mak, mau ngasih berapa nanti? “ tanya Shantika kepada ibunya.
“Apa maksud kamu itu (memandangi Shantika dengan heran)?“ Jawab Ibu yang balik bertanya.
“Yaa, lebaran.. THR THR maakk. “ Goda Shantika
“Kamu kan udah gede,” Jawab ibu Shantika.
“Ya, justru itu karena aku udah gede pasti dikit yang ngasih ke aku, jadi emak sama bapak harus ngasih gede. “
“Iyalah, gimana entar aja. “
“Siapp.. ditunggu. “ Jawab Shantika dengan semangat.
Dengan semangat Shantika mengumpulkan uang untuk hp idamannya itu, rupiah demi rupiah disusun dengan rapih dan penuh cinta.
“Empat ratus lima puluh, empat ratus enam puluh, eh ada lima ratusan, jadi empat ratus enam puluh ribu lima ratus. Siip udah lumayan, cukuplah dikit lagi juga, buat uang muka hp kredit. “
Tak terasa hari raya tiba, seperti keluarga lainnya keluarga Shantika juga merayakan hari raya Idul Fitri, diawali dengan shalat ied lalu bermaaf-maafan.
“Maafin aku ya bi!” Shantika meminta maaf kepada bibinya
“Iya dimaafkan, kamu tenang saja, ini ada sedikit untuk beli buku.” Jawab bibinya sambil memberikan uang THR.
“Terimakasih bibi, terimakasih!” Jawab Shantika sangat senang.
Rencana Shantika mengumpulkan uang berjalan dengan lancar, ternyata lumayan banyak yang memberinya uang walaupun dia sudah cukup dewasa.
Perayaan idul fitri telah berlalu dan uang yang terkumpul lumayan banyak, tapi masih terlalu sedikit jika dibandingkan dengan harga handphone yang diinginkannya. Shantika berusaha keras menyisihkan kembali uang jajan yang diberikan orang tuanya.
“Enam ratus, tujuh ratus... lima puluh ribu, yes lumayan kalau segini sih sudah bisa dijadikan uang muka handphone kredit.” Gumam Shantika dalam hati dengan semangat.
Tiba-tiba “Wayahna tempe deui tempe deui, wayah...” tanda ada sms masuk.


57JHN788  Jual berbagai macam merek hp dengan harga murah.

Tanpa berpikir panjang Shantika langusung mengundang pin itu, beberapa menit kemudian olshop itu menerimanya. Sebagian besar anak muda kurang bisa mengendalikan keinginannya, termasuk Shantika, ia langsung menanyakan hp idamannya apakah termasuk dagangan olshop itu? 

Ping !!!
                                Iya, ada yang bisa saya bantu?
Apakah anda menjual Zetphone J1?"
                                Tentu ada, dan kabar baiknya kami menjual dengan harga murah, hanya Rp 750.000,00.  Karena lokasi kami berada di daerah perbatasan dan tidak dikenakan pajak, apakah kamu tertarik? Kami akan mengirimkan bukti pelayanan kami. Terimakasih J
Silahkan, saya ingin melihat bukti pelayanan anda terlebih dahulu.
                                                                          
Pihak online shop itupun mengirimkan sebuah photo sebuah hp yang sudah dikirimkan kepada konsumen, Shantika begitu menginginkan hp itu jadi dia dengan sangat mudah percaya dengan photo yang dikirimkan And Shop (nama samaran).

Ok, saya akan membelinya, kira-kira berapa hari sampainya setelah pembayaran?
                        Tenang, kami pastikan 2 hari setelah pembayaran, barang akan sampai di tangan anda.                       

Pihak olshop memberi petunjuk pengisian data yang harus diisi oleh Shantika, dan petunjuk pembayarannya. Shantikapun segera mengirimkan uangnya, dengan harapan yang sangat besar.
Penantian Shantika untuk hp itu, dilakoninya dengan sabar, 2 hari berselang kiriman yang ditunggu tak kunjung datang, tetapi Shantika tetap sabar dan berfikir positif. Malam hari ke 3 setelah pembayaran.
“Kamu ini lagi nuggu apa sih, bantu mak beres-beres juga enggak?” Tanya ibu Shantika dengan heran.
“Aku sedang menunggu handphone impianku datang.” Jawab Shantika dengan tidak terlalu menghiraukan ibunya.
“Memang kamu beli dimana, dan harganya berapa?” Tanya ibu kembali.
“Aku beli di And Shop (nama samaran), cuman Rp750.000,00” Jawab Shantika.
“Hah, murah sekali kamu yakin, bagaimana kalau mereka penipu?” Jawab ibu dengan wajah khawatir.
”Awalnya sih aku juga berpikir begitu, tetapi setelah mereka menjelaskan bahwa lokasi mereka berada di daerah perbatasan yang jarang terkena pajak, aku menjadi sangat percaya..” Jawab Shantika dengan penuh keyakinan.
“Berarti itu barang selundupan, kenapa kamu ini?” Jawab ibu heran.
“Biarin ajalah yang penting aku dapat hpnya.” Jawab Shantika sambil tersenyum.
“Taapiii... “ Terlanjur dipotong oleh Shantika.
“Udahlah makk.” Jawab Shantika
“Ya udah lah terserah kalau begitu, kamu ini memang kerasa kepala.” Jawab ibu.
Sudah larut malam, Shantika tetap menunggu dengan setia dan penuh pengharapan. Tak terasa sudah seminggu dia seperti itu, diapun berniat untuk menghubungi kembali pihak olshopnya, ternyata saat di cek, mereka sudah tidak sekontak lagi, pihak olshop menghapus kontak dengan Shantika.
“Sial! Aku ditipu, ini sangat menyebalkan, kauuuu brengsek (teriak) !!” Reaksi Shantika setelah melihat dia tidak sekontak lagi dengan olshop itu.
Diapun menangis karena begitu besar pengorbanan yang dia berikan, uang Rp750.000,00 sangat besar bagi pelajar seperti Shantika, sepanjang hari dia hanya marah-marah. Sampai suatu ketika ibu Shantika menasehati.
“Membeli barang selundupan sungguh tidak baik, berarti kamu mencuri hak milik negara yang juga hak rakyat bangsa Indonesia, selain itu disaat kamu memotong pembicaraan mak, sebenarnya mak ingin menjelaskan, ppn yang di minta pemerintah hanya 10% dari harga asli barang, sedangkan harga olshop yang kamu percaya itu benar-benar tidak masuk akal, karena saat mak cek harga hp yang kamu inginkan berkisar 3 juta ke atas. Setahu mak kamu ini orangnya sangat kritis, tetapi kenapa sekarang jadi begini, nafsuan haha.” Nasehat ibu diiringi dengan candaan.
“Sudah, semuanya sudah terjadi.”Shantika tambah geram, semua nasihat tidak terserap dengan baik, karena dia masih dalam keadaan emosi yang berlebihan.

TAMAT


Based on true Story, nama tidak disamarkan, intinya hati-hati hehe

Pesan dari Shantika, pemeran utama dari cerpen ini : Tapi dari kejadian ini aku dapat hikmahnya karena pengalaman hidup ini menjadi pelajaran agar tidak dapat terulang kembali dimasa yang akan datang dengan kerugian yang cukup besar pula. Alhamdulillah aku menjadi mengerti bahwa jika kita menginginkan sesuatu harus dengan sabar, berpikir panjang bukan dengan emosi atau mendukung atas ego kita.. Karena sebuah pengalaman akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dan janganlah engkau sesali atas perbuatan yang telah kamu buat melainkan hal tersebut cerminan bagi kita

Warning : Judul tidak ada hubungannya dengan saya (penulis blog ini), saya tak pernah dan gak akan mau merasakan harkos, php, diselingkuhin, dan lain-lain.

Naskah


Ini buat kalian yang ternyata besok ada tugas drama Bahasa Sunda, dan belum sempet bikin, aku tahu banget rasanya, bikin naskah pas hari H, sama kejadiannya waktu aku SMP, tapi gak tahu juga sih gimana kronologisnya, ya pokoknya gitu. Yaudasiya, ngacak ngacak PC, ehh nemu inii.. semoga kepake ya!
 

HP
Siang, Uih sakola. Mita sareng Wati nuju ngawangkong di tèras imah Mita.
Mita      : “ Tingali yeuh, ( bari nèmbongkeun HP anyarna ) kamari urang       
dibèrè HP ku pun emang. ”
Wati      : “ Wah, nginjeum euy .. ( ngarebut HP nu Mita ) ”
Mita      : “èh .. ( ngarebut deui HP na, dina leungeun Wati ) meuli atuh ! “
Wati      : “ Meuli, timana duitna? Sabenernamah èta HP tèh lain nu manèh tapi nu emang manèh. ”
Mita      : “ Naha bisa kitu? ”
Wati      : “ Nya heueuh atuh, ieu meulina ku saha ? ( nunjuk HP nu Mita) ”
Mita      : “ Ku pun emang. ”
Wati      : “ Duitna nu saha ?  
Mita      : “ Nu pun emang. ”
Wati      : “ Berarti, lain nu manèh. ”
Mita      : “ Heueuhnya ( ngahuleng ) ”
Wati      : “ Dieukeun ( nyokot HP )
Wati langsung buru buru lumpat, ninggalkeun imah Mita, da tos terang ti kapungkur ge Mita mah gampang dibobodo. Teu lami Wati lumpat. Mita karek sadar, yèn manehna dibobodo ku Wati.
Mita      : “ Astagfirullah, aduh aing mah, Watiii..... ( buru – buru lumpat, ngudag Wati nu can        jauh, sabari ngajorowok) Wati .... kadieu siah, abong pinter, ngabobodo urang waè         ( ambek – ambekkan ) ”
Wati      : “ Aduh beuki deukeut euy .. ”
Kusabab riweuh pisan, Wati labuh.                  
Wati      : “ Aduh .. ”                                 
Mita      : “ Hah siah, moal bisa kamana – mana deui. “
Bakat ku lebay, Wati jeung Mita siga di film film.
Wati      : “ Tidakk.... “
Mita      : “ Ieu nu aing ( Tegas ) ”
Wati      : “ Lebay, yeuh ( mikeun HP na ka Mita, bari hudang sanggeus labuh ) “
Mita      : “ Dieukeun ( nyokot HP )
Geus nyokot HP, Mita balik ka imahna. Sarua jeung Mita, Wati gè balik ka imahna. Di jalan rèk ka imahna, Wati ngomong sorangan.
Wati      : “ Boga HP nu kitu gè meuni abong, asa pang beungharna. Mahalan keneh coèt aing! “
Geus nepi di imah Wati ........
Mamah Wati : “ Kunaon ari manèh, datang – datang beunget jamedud. “
Wati      : “ Mah, Wati hoyong HP ! “
Mamah Wati : “ Kunaon ceunah budak tèh, datang – datang jol menta HP ? “
Wati      : “ Pokoknamah, Wati hoyong HP ! “
Mamah Wati : “ HP nya ? ( mikir ), oh  heueuh, kè ku mamah pangmeulikeun HP. Hayang nu                                                   k                            kumaha nyah ? “
Wati      : “ Kumaha mamah, nu penting mah HP. “
Isukna Wati balik sakola. Di imah Wati ......
Wati      : “ Assalamu’alaikum “
Mamah Wati : “ Wa’alaikumsallam “
Wati      : “ Mah, HP ! “
Mamah Wati : “ Taraa .. , yeuh HP na. “
Wati      : “ Aaaaa .... ( ceurik ) “
Mamah Wati : “ Kunaon kènèh atuh, kan eta HP na geus dibere. “
Wati      : “Naha HP teh euweuh pencetannana ? ( ngambek ) “
Mamah Wati : “ Gusti nu agung boga budak tèh bodo – bodo teuing, ieu teh ngaranna HP
l                          layar sentuh. “
Wati      : “ Oohh ..., èitss.. ulah kitu, kieu – kieu gè, Wati tèh pangpinterna di sakolaan. Oh  enya mah, ari makèna kumaha ? “
Mamah Wati : “ Kumaha nya ? ( malik nanya ) “
Wati      : “ Hah, berarti bener ceuk bu guru buah mah muragna moal jauh tina tangkalna.”
Mamah Wati : ” Ngomong naon ai maneh ? “
Wati      : “ Jadi, anak mah sipatna moal jauh ti kolotna. “
Mamah Wati : “ Oooo ....h “
Wati       : “ Baèlah nu penting HP. “
Wati langsung indit ka imah Mita, bade nèmbongkeun HP anyarna. “
Wati       : “ Assalamu’alaikum “
Mita       : “ Wa’alaikumsallam, rèk naon, rèk nipu urang deui? “
Wati       : “Tong kitu atuh jadi jelema tèh, kudu positif thinking, ulah negatif thinking waè. “
Mita       : “ Heueuhlah budak pinter mah, ngomongna ogè campuran. “
Wati       : “ Urang ogèboga HP, leuwih alus deuih ( bari nèmbongkeun HP na ). “
Mita ngahuleng bari ningalikeun HP Wati.
Wati       : “ Kunaon ? “
Mita       : “ Tombolna mana ? “
Wati       : “ Ieumah HP layar sentuh. “
Mita       : “ Oohh .. ari makèna kumaha ? “
Wati       : “ Teuing ... “
Mita jeung Wati olohok. (Raray cileupeung) :O
TAMAT




Bisnis Buah Kebersamaan

           “Brukk..” suara sesuatu yang terjatuh, semilir udara panas siang hari menyapu debu, searah mata angin terasa oleh Jarjit sehigga dia menuruti angin untuk melihat apa yang terjadi, seorang pria berusia sekitar 20 tahun-an sebaya dengannya sedang menurunkan beban-beban yang dia bawa berupa barang-barang bekas, dan dia membantu meringankan bebannya.
“Terimakasih banyak!!” Ucap pemulung muda itu dengan santun.
“Sama-sama tetap semangat yaa! ” Ucap Jarjit dengan penuh semangat.
 Jarjit adalah seorang pria bertubuh tinggi berkulit sawo matang dengan rambut pendek lurus, lulusan sekolah tataboga di salah satu sekolah di Jawa Barat.
Dimalam hari dia teringat sesuatu karena melihat pria seumurannya siang tadi, takdir Tuhan memang sudah terancang sangat indah. Teringat kembali masa-masa SMA, disaat dia masih bisa berkumpul bersama sahabat-sahabatnya yang entah sedang apa dan dimana mereka sekarang, mungkin mereka sedang bertugas di luar pulau, atau ada yang pindah ke luar negeri dia tak tahu. Tiba-tiba,
“Astagfirullah, memikirkan apa aku ini? Apakah teman-teman  pengajianku setiap hari bukanlah sahabatku, Jarjit.. Jarjit.. bodoh sekali kau ini!” gumam Jarjit kepada dirinya sendiri.
Dia baru menyadari bahwa belakangan ini dia aktif mengikuti pengajian di daerahnya, dan mendapat teman-teman yang setia, dia jadi aktif di lingkungan sekitar rumahnya, karena belum bisa mewujudkan keinginannya untuk kuliah. Tetapi dia tetap tidak patah semangat dengan tetap mencoba melamar berbagai pekerjaan, alhasil rasa bosan karena kehidupan seorang pegawai yang monoton semakin membesar dalam dirinya.
“ Apakah kehidupanku akan tetap seperti ini? Sampai kapan? Ya Tuhan..” Gumam Jarjit dalam hati
            Suatu hari pengajian yang diikuti oleh Jarjit mengadakan rapat, entah apa yang akan dibicarakan, Jarjit tidak tahu, dia hanya ikut senang bisa berkumpul dengan banyak orang karena akan mendapat ilmu baru. Anggotanya lumayan banyak dari mulai anak SMP sampai orang dewasa, mulai dari pendiam sampai yang pandai bicara. Rapat dimulai dengan ucapan salam dari ketua rapat yang berwibawa lalu pembacaan basmalah bersama-sama, Jarjit mengikutinya dengan penuh semangat karena yakin ini akan sangat bermanfaat baginya, lalu pembicaraan dibuka.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” Pembukaan oleh ketua rapat.
“Wa’alaikumsallam Warahmatullahi Wabarakatuh” Peserta menjawab serentak.
“Jadi begini, belakangan ini saya sering mendengar keluhan mengenai pekerjaan, kebutuhan yang semakin membengkak, dengan penghasilan yang sama setiap bulan. Kehidupan seorang pegawai memang seperti itu, saya yakin semua yang hadir disini memiliki kemampuan (skill) yang tidak digunakan saat bekerja, bukan?” Jelas ketua rapat
“Betul sekali! Kemampuan yang saya pelajari di sekolah tidak terpakai sekarang” Ucap Jarjit
“Saya juga, saya sangat ingin hobi  menghasilkan uang” Ungkap salah satu pria peserta rapat berambut keriting.
“Sepertinya menyenangkan, bila hobi dapat menghasilkan uang” Ungkap peserta lainnya yang berkulit putih dan rambut cepak lurus.
“ Jadiiii... kita harus memanfaatkan itu! ” Ungkap ketua rapat dengan penuh semangat.
“Tapi kendalanya ada pada modal, dari dulu masalah yang saya hadapi selalu modal.” Keluh salah satu peserta rapat perempuan berkerudung.
“Ya sudah, kalau begitu, kita patungan saja mengumpulkan modal, bagaimana? “ Ungkap Jarjit.
“Usaha bersama?” Tanya salah satu peserta rapat berkulit putih.
“Iya, benar, benar sekali. “ Jawab Jarjit.
“Bagaimana dengan pembagian labanya? “ Tanya seorang laki-laki muda berkulit bersih.
“Untuk pembagian laba, kita akan mengakumulasikan laba setahun lalu dibagi kepada yang menyimpan modal, bagaimana? “ Ungkap ketua rapat.
“Bagus juga, agar terlihat labanya, dari pada sehari, itu sangat sulit. “ Sahut anak SMP yang sungguh pemberani.
“Ya sudah, keputusannya kita akan membuat usaha bersama, dengan mengembangkan kemampuan (skill) masing – masing, sepakat. Tapi jangan lupa tetap gunakan syariat islam sebagai pedoman, yaa.. “ Jelas ketua rapat.
            Peserta rapat menanggapinya dengan penuh semangat, siapa yang tidak semangat bila hobi bisa menghasilkan uang, itu pasti menyenangkan sekali. Ide yang pertama berjalan adalah bantal foto, bantal yang ada foto si pemesan di bantal tersebut, promosi dilakukan di berbagai media, hingga media sosial dengan kemampuan salah satu jemaah dibidang printing. Lalu bengkel, karena salah satu jemaah yang pandai dibidang mekanik.  Seiring berjalannya waktu satu persatu jemaah mulai mundur dari kegiatan ini, hanya 3 orang yang tersisa dan melanjutkan usaha bersama ini, Ide keempat yaitu ide Jarjit, dia mendirikan kios bakso dengan nama yang unik “Bakso Super 86” nama “Bakso Super” mempuyai makna bahwa bakso yang dijual terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas sekaligus 100% halal, sedangkan “86” mempunyai makna, seperti slogan polisi dengan tujuan mampu menangkap pembeli untuk makan dan mampir di kiosnya. Idenya muncul karena dia pernah bersekolah dengan keahlian tataboga (memasak). Tiba-tiba suatu hari,
“ Semoga hari ini bisa rame ya bang, “Ucap istri Jarjit dengan lembut.
“Aamiin, semoga rame. “ Sahut Jarjit.
            Pada pukul 10 pagi ada sepasang suami istri yang makan di kiosnya, setelah mereka selesai, hingga malam hari mereka menunggu pembeli tidak ada satupun orang yang makan bahkan mampir untuk bertanyapun tidak ada. Jarjit dan istrinya kebingungan sekaligus sedih, mengapa orang-orang tidak menyukai baksonya lagi.
“Kira-kira ada apa yaa, mengapa mereka tidak menyukai lagi baksonya? “
“Mungkin kita harus mencobanya, bagaimana? “
“Oh betul betul! “
            Merekapun mencoba produknya sendiri,
“Pantas saja, mereka tidak suka! “ Ungkap istri Jarjit yang berkerudung juga berkulit bersih itu.
“Sepertinya kita salah memilih tepung. “ Jelas Jarjit
“Kita juga salah memilih daging, ini sepertinya sudah kadaluwarsa, bagaimana ini?  pelanggan pertama tadi pasti sudah menyebarkannya makannya tidak ada yang makan disini hingga kios ditutup. “ Ucap istri Jarjit dengan khawatir
“Tenang, jika ini memang jalannya pasti ada rencana Tuhan yang menakjubkan dibalik musibah ini. “ Jawab Jarjit dengan tenang
            Mulai dari hari itu kios mereka selalu sepi, merekapun memberitahu kepada rekan-rekannya perihal musibah yang sedang dihadapi, rekan-rekannya membantu dengan cara membagikan bakso gratis dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa bakso ini aman, bila ada yang langsung sakit kami akan bertanggung jawab, masyarakat yakin bahwa ucapan para jemaah pengajian itu bisa dipegang, merekapun mencobanya lagi setelah beberapa minggu tidak memakan bakso buatan Jarjit dan istrinya itu. Wajah-wajah puas terpancar pada wajah setiap orang yang mencobanya, dan terungkap mengapa Jarjit mendapatkan tepung dan daging kualitas buruk, ternyata terjadi kesalahan saat pembelian daging dan tepung, pedagang salah memasukkan daging dan tepung ke dalam kantung belanjaan istri Jarjit karena memang biasanya istri Jarjitlah yang berbelanja.
            Setelah kejadian itu Jarjit dan istrinya menjadi lebih hati-hati dan lebih bersemangat, mereka selalu ramah terhadap pembeli agar merasa nyaman makan di kiosnya. Selain itu bisnis bersama yang lain juga tetap berjalan, diantara semua bisnis bersama itu bisnis baksolah yang paling baru, baru sekitar empat bulan berdiri, tetapi sudah mengalami masalah yang mengakibatkan usaha bersama itu semakin berkembang. Merekapun sudah ada niat untuk membuat cabang di tempat lain, agar semakin banyak orang yang merasakan kenkmatan “Bakso Super 86” ini.
            Ada banyak sekali hikmah dari pembuatan usaha bersama ini, kesulitan akan terasa ringan bila diselesaikan bersama - sama. Setiap orang pasti punya kemampuan yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan, yang jika dimanfaatkan untuk hal baik, apalagi menolong orang, kemampuan itu akan bertambah berkah. Kemampuan setiap manusia pasti akan saling melengkapi, tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri, kita hanya mempunyai sebelah sayap yang bisa terbang hanya dengan bekerjasama. Jikalaupun membangun perusahaan sendiri tetap membutuhkan bantuan orang lain.

-TAMAT-

Based on true story, hopin we will get many benefit.
I interviewed one of the traders in Batujajar, West Bandung, West Java, Indonesia. Thank you