Jumat, 14 April 2017

Ini baru "Harkos" !

“This product is limited edition !!! tidak seperti upil yang tak pernah habis...” dari televisi. Untuk kesekian kalinya shantika mendengar ocehan salesman berbaju hitam putih itu di setiap stasiun televisi dan dia mulai membayangkan bagaimana jika dia memiliki benda tersebut.

 “aku akan memanfaatkan handphone itu sebaik-baiknya, e-commerc oke juga yaa, mana itu pake jaringan tercepat lagi!! Pasti asik dan bisa melayani pelanggan dengan cepat, browsing materi juga bakalan lebih asikk, kameranya?? Ah kameranya kerenn, memori juga gede, ... Fix inimah aku beneran pengen. Makk aku pingin ituuu !! (nunjuk tv)” ucap shantika dengan semangat.       
Tapi saat shantika menunjuk, iklannya sudah lewat, dia malah menunjuk undew*re pria.
“Kenapa ini anak? (muka heran dengan mulut ternganga)” ucap ibu shantika
Keesokkan harinya shantika menjalani hari seperti anak lainnya, pergi ke sekolah dengan mengenakan seragam putih abunya, dia baru beberapa bulan di SMA. Setibanya di sekolah dia langsung duduk dan tanpa sadar mulai merencanakan apa yang akan dilakukan terhadap hp impiannya dengan efisien.
“Ringggg” suara telepon masuk yang ternyata bersumber dari teman sebangku dia dan itu hp yang dia mau. “Krik, krik, krik...”
“Sintaaa, sejak kapan kamu punya hp itu?” tanya Shantika
“Baru kemaren malem dibeliin ayah. “ Jawab Sinta dengan tenang sambil terus menatap layar hp itu dan tidak terlalu menghiraukan Shantika.
“Perasaan aku yang pengen, kalau aku minta ke ayah, kayaknya gak mungkin dibeliin deh, beban dia udah terlalu berat, yaudah lah ngumpulin uang sendiri aja kali ya kalau buat kebaikanmah pasti cepetlah dikabulinnya, ya Aamiin. “ Gumam Shantika dalam hati.
Hari demi hari Shantika terus mengumpulkan uang, dengan mengurangi jajan, dan kebutuhan lainnya yang biasa di beli. Tak terasa hari rayapun semakin dekat, tinggal 2 hari lagi. Siang hari di ruang tamu Shantika sedang mengobrol dengan ibunya.
“Mak, mau ngasih berapa nanti? “ tanya Shantika kepada ibunya.
“Apa maksud kamu itu (memandangi Shantika dengan heran)?“ Jawab Ibu yang balik bertanya.
“Yaa, lebaran.. THR THR maakk. “ Goda Shantika
“Kamu kan udah gede,” Jawab ibu Shantika.
“Ya, justru itu karena aku udah gede pasti dikit yang ngasih ke aku, jadi emak sama bapak harus ngasih gede. “
“Iyalah, gimana entar aja. “
“Siapp.. ditunggu. “ Jawab Shantika dengan semangat.
Dengan semangat Shantika mengumpulkan uang untuk hp idamannya itu, rupiah demi rupiah disusun dengan rapih dan penuh cinta.
“Empat ratus lima puluh, empat ratus enam puluh, eh ada lima ratusan, jadi empat ratus enam puluh ribu lima ratus. Siip udah lumayan, cukuplah dikit lagi juga, buat uang muka hp kredit. “
Tak terasa hari raya tiba, seperti keluarga lainnya keluarga Shantika juga merayakan hari raya Idul Fitri, diawali dengan shalat ied lalu bermaaf-maafan.
“Maafin aku ya bi!” Shantika meminta maaf kepada bibinya
“Iya dimaafkan, kamu tenang saja, ini ada sedikit untuk beli buku.” Jawab bibinya sambil memberikan uang THR.
“Terimakasih bibi, terimakasih!” Jawab Shantika sangat senang.
Rencana Shantika mengumpulkan uang berjalan dengan lancar, ternyata lumayan banyak yang memberinya uang walaupun dia sudah cukup dewasa.
Perayaan idul fitri telah berlalu dan uang yang terkumpul lumayan banyak, tapi masih terlalu sedikit jika dibandingkan dengan harga handphone yang diinginkannya. Shantika berusaha keras menyisihkan kembali uang jajan yang diberikan orang tuanya.
“Enam ratus, tujuh ratus... lima puluh ribu, yes lumayan kalau segini sih sudah bisa dijadikan uang muka handphone kredit.” Gumam Shantika dalam hati dengan semangat.
Tiba-tiba “Wayahna tempe deui tempe deui, wayah...” tanda ada sms masuk.


57JHN788  Jual berbagai macam merek hp dengan harga murah.

Tanpa berpikir panjang Shantika langusung mengundang pin itu, beberapa menit kemudian olshop itu menerimanya. Sebagian besar anak muda kurang bisa mengendalikan keinginannya, termasuk Shantika, ia langsung menanyakan hp idamannya apakah termasuk dagangan olshop itu? 

Ping !!!
                                Iya, ada yang bisa saya bantu?
Apakah anda menjual Zetphone J1?"
                                Tentu ada, dan kabar baiknya kami menjual dengan harga murah, hanya Rp 750.000,00.  Karena lokasi kami berada di daerah perbatasan dan tidak dikenakan pajak, apakah kamu tertarik? Kami akan mengirimkan bukti pelayanan kami. Terimakasih J
Silahkan, saya ingin melihat bukti pelayanan anda terlebih dahulu.
                                                                          
Pihak online shop itupun mengirimkan sebuah photo sebuah hp yang sudah dikirimkan kepada konsumen, Shantika begitu menginginkan hp itu jadi dia dengan sangat mudah percaya dengan photo yang dikirimkan And Shop (nama samaran).

Ok, saya akan membelinya, kira-kira berapa hari sampainya setelah pembayaran?
                        Tenang, kami pastikan 2 hari setelah pembayaran, barang akan sampai di tangan anda.                       

Pihak olshop memberi petunjuk pengisian data yang harus diisi oleh Shantika, dan petunjuk pembayarannya. Shantikapun segera mengirimkan uangnya, dengan harapan yang sangat besar.
Penantian Shantika untuk hp itu, dilakoninya dengan sabar, 2 hari berselang kiriman yang ditunggu tak kunjung datang, tetapi Shantika tetap sabar dan berfikir positif. Malam hari ke 3 setelah pembayaran.
“Kamu ini lagi nuggu apa sih, bantu mak beres-beres juga enggak?” Tanya ibu Shantika dengan heran.
“Aku sedang menunggu handphone impianku datang.” Jawab Shantika dengan tidak terlalu menghiraukan ibunya.
“Memang kamu beli dimana, dan harganya berapa?” Tanya ibu kembali.
“Aku beli di And Shop (nama samaran), cuman Rp750.000,00” Jawab Shantika.
“Hah, murah sekali kamu yakin, bagaimana kalau mereka penipu?” Jawab ibu dengan wajah khawatir.
”Awalnya sih aku juga berpikir begitu, tetapi setelah mereka menjelaskan bahwa lokasi mereka berada di daerah perbatasan yang jarang terkena pajak, aku menjadi sangat percaya..” Jawab Shantika dengan penuh keyakinan.
“Berarti itu barang selundupan, kenapa kamu ini?” Jawab ibu heran.
“Biarin ajalah yang penting aku dapat hpnya.” Jawab Shantika sambil tersenyum.
“Taapiii... “ Terlanjur dipotong oleh Shantika.
“Udahlah makk.” Jawab Shantika
“Ya udah lah terserah kalau begitu, kamu ini memang kerasa kepala.” Jawab ibu.
Sudah larut malam, Shantika tetap menunggu dengan setia dan penuh pengharapan. Tak terasa sudah seminggu dia seperti itu, diapun berniat untuk menghubungi kembali pihak olshopnya, ternyata saat di cek, mereka sudah tidak sekontak lagi, pihak olshop menghapus kontak dengan Shantika.
“Sial! Aku ditipu, ini sangat menyebalkan, kauuuu brengsek (teriak) !!” Reaksi Shantika setelah melihat dia tidak sekontak lagi dengan olshop itu.
Diapun menangis karena begitu besar pengorbanan yang dia berikan, uang Rp750.000,00 sangat besar bagi pelajar seperti Shantika, sepanjang hari dia hanya marah-marah. Sampai suatu ketika ibu Shantika menasehati.
“Membeli barang selundupan sungguh tidak baik, berarti kamu mencuri hak milik negara yang juga hak rakyat bangsa Indonesia, selain itu disaat kamu memotong pembicaraan mak, sebenarnya mak ingin menjelaskan, ppn yang di minta pemerintah hanya 10% dari harga asli barang, sedangkan harga olshop yang kamu percaya itu benar-benar tidak masuk akal, karena saat mak cek harga hp yang kamu inginkan berkisar 3 juta ke atas. Setahu mak kamu ini orangnya sangat kritis, tetapi kenapa sekarang jadi begini, nafsuan haha.” Nasehat ibu diiringi dengan candaan.
“Sudah, semuanya sudah terjadi.”Shantika tambah geram, semua nasihat tidak terserap dengan baik, karena dia masih dalam keadaan emosi yang berlebihan.

TAMAT


Based on true Story, nama tidak disamarkan, intinya hati-hati hehe

Pesan dari Shantika, pemeran utama dari cerpen ini : Tapi dari kejadian ini aku dapat hikmahnya karena pengalaman hidup ini menjadi pelajaran agar tidak dapat terulang kembali dimasa yang akan datang dengan kerugian yang cukup besar pula. Alhamdulillah aku menjadi mengerti bahwa jika kita menginginkan sesuatu harus dengan sabar, berpikir panjang bukan dengan emosi atau mendukung atas ego kita.. Karena sebuah pengalaman akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dan janganlah engkau sesali atas perbuatan yang telah kamu buat melainkan hal tersebut cerminan bagi kita

Warning : Judul tidak ada hubungannya dengan saya (penulis blog ini), saya tak pernah dan gak akan mau merasakan harkos, php, diselingkuhin, dan lain-lain.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar