Jumat, 14 April 2017

Bisnis Buah Kebersamaan

           “Brukk..” suara sesuatu yang terjatuh, semilir udara panas siang hari menyapu debu, searah mata angin terasa oleh Jarjit sehigga dia menuruti angin untuk melihat apa yang terjadi, seorang pria berusia sekitar 20 tahun-an sebaya dengannya sedang menurunkan beban-beban yang dia bawa berupa barang-barang bekas, dan dia membantu meringankan bebannya.
“Terimakasih banyak!!” Ucap pemulung muda itu dengan santun.
“Sama-sama tetap semangat yaa! ” Ucap Jarjit dengan penuh semangat.
 Jarjit adalah seorang pria bertubuh tinggi berkulit sawo matang dengan rambut pendek lurus, lulusan sekolah tataboga di salah satu sekolah di Jawa Barat.
Dimalam hari dia teringat sesuatu karena melihat pria seumurannya siang tadi, takdir Tuhan memang sudah terancang sangat indah. Teringat kembali masa-masa SMA, disaat dia masih bisa berkumpul bersama sahabat-sahabatnya yang entah sedang apa dan dimana mereka sekarang, mungkin mereka sedang bertugas di luar pulau, atau ada yang pindah ke luar negeri dia tak tahu. Tiba-tiba,
“Astagfirullah, memikirkan apa aku ini? Apakah teman-teman  pengajianku setiap hari bukanlah sahabatku, Jarjit.. Jarjit.. bodoh sekali kau ini!” gumam Jarjit kepada dirinya sendiri.
Dia baru menyadari bahwa belakangan ini dia aktif mengikuti pengajian di daerahnya, dan mendapat teman-teman yang setia, dia jadi aktif di lingkungan sekitar rumahnya, karena belum bisa mewujudkan keinginannya untuk kuliah. Tetapi dia tetap tidak patah semangat dengan tetap mencoba melamar berbagai pekerjaan, alhasil rasa bosan karena kehidupan seorang pegawai yang monoton semakin membesar dalam dirinya.
“ Apakah kehidupanku akan tetap seperti ini? Sampai kapan? Ya Tuhan..” Gumam Jarjit dalam hati
            Suatu hari pengajian yang diikuti oleh Jarjit mengadakan rapat, entah apa yang akan dibicarakan, Jarjit tidak tahu, dia hanya ikut senang bisa berkumpul dengan banyak orang karena akan mendapat ilmu baru. Anggotanya lumayan banyak dari mulai anak SMP sampai orang dewasa, mulai dari pendiam sampai yang pandai bicara. Rapat dimulai dengan ucapan salam dari ketua rapat yang berwibawa lalu pembacaan basmalah bersama-sama, Jarjit mengikutinya dengan penuh semangat karena yakin ini akan sangat bermanfaat baginya, lalu pembicaraan dibuka.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” Pembukaan oleh ketua rapat.
“Wa’alaikumsallam Warahmatullahi Wabarakatuh” Peserta menjawab serentak.
“Jadi begini, belakangan ini saya sering mendengar keluhan mengenai pekerjaan, kebutuhan yang semakin membengkak, dengan penghasilan yang sama setiap bulan. Kehidupan seorang pegawai memang seperti itu, saya yakin semua yang hadir disini memiliki kemampuan (skill) yang tidak digunakan saat bekerja, bukan?” Jelas ketua rapat
“Betul sekali! Kemampuan yang saya pelajari di sekolah tidak terpakai sekarang” Ucap Jarjit
“Saya juga, saya sangat ingin hobi  menghasilkan uang” Ungkap salah satu pria peserta rapat berambut keriting.
“Sepertinya menyenangkan, bila hobi dapat menghasilkan uang” Ungkap peserta lainnya yang berkulit putih dan rambut cepak lurus.
“ Jadiiii... kita harus memanfaatkan itu! ” Ungkap ketua rapat dengan penuh semangat.
“Tapi kendalanya ada pada modal, dari dulu masalah yang saya hadapi selalu modal.” Keluh salah satu peserta rapat perempuan berkerudung.
“Ya sudah, kalau begitu, kita patungan saja mengumpulkan modal, bagaimana? “ Ungkap Jarjit.
“Usaha bersama?” Tanya salah satu peserta rapat berkulit putih.
“Iya, benar, benar sekali. “ Jawab Jarjit.
“Bagaimana dengan pembagian labanya? “ Tanya seorang laki-laki muda berkulit bersih.
“Untuk pembagian laba, kita akan mengakumulasikan laba setahun lalu dibagi kepada yang menyimpan modal, bagaimana? “ Ungkap ketua rapat.
“Bagus juga, agar terlihat labanya, dari pada sehari, itu sangat sulit. “ Sahut anak SMP yang sungguh pemberani.
“Ya sudah, keputusannya kita akan membuat usaha bersama, dengan mengembangkan kemampuan (skill) masing – masing, sepakat. Tapi jangan lupa tetap gunakan syariat islam sebagai pedoman, yaa.. “ Jelas ketua rapat.
            Peserta rapat menanggapinya dengan penuh semangat, siapa yang tidak semangat bila hobi bisa menghasilkan uang, itu pasti menyenangkan sekali. Ide yang pertama berjalan adalah bantal foto, bantal yang ada foto si pemesan di bantal tersebut, promosi dilakukan di berbagai media, hingga media sosial dengan kemampuan salah satu jemaah dibidang printing. Lalu bengkel, karena salah satu jemaah yang pandai dibidang mekanik.  Seiring berjalannya waktu satu persatu jemaah mulai mundur dari kegiatan ini, hanya 3 orang yang tersisa dan melanjutkan usaha bersama ini, Ide keempat yaitu ide Jarjit, dia mendirikan kios bakso dengan nama yang unik “Bakso Super 86” nama “Bakso Super” mempuyai makna bahwa bakso yang dijual terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas sekaligus 100% halal, sedangkan “86” mempunyai makna, seperti slogan polisi dengan tujuan mampu menangkap pembeli untuk makan dan mampir di kiosnya. Idenya muncul karena dia pernah bersekolah dengan keahlian tataboga (memasak). Tiba-tiba suatu hari,
“ Semoga hari ini bisa rame ya bang, “Ucap istri Jarjit dengan lembut.
“Aamiin, semoga rame. “ Sahut Jarjit.
            Pada pukul 10 pagi ada sepasang suami istri yang makan di kiosnya, setelah mereka selesai, hingga malam hari mereka menunggu pembeli tidak ada satupun orang yang makan bahkan mampir untuk bertanyapun tidak ada. Jarjit dan istrinya kebingungan sekaligus sedih, mengapa orang-orang tidak menyukai baksonya lagi.
“Kira-kira ada apa yaa, mengapa mereka tidak menyukai lagi baksonya? “
“Mungkin kita harus mencobanya, bagaimana? “
“Oh betul betul! “
            Merekapun mencoba produknya sendiri,
“Pantas saja, mereka tidak suka! “ Ungkap istri Jarjit yang berkerudung juga berkulit bersih itu.
“Sepertinya kita salah memilih tepung. “ Jelas Jarjit
“Kita juga salah memilih daging, ini sepertinya sudah kadaluwarsa, bagaimana ini?  pelanggan pertama tadi pasti sudah menyebarkannya makannya tidak ada yang makan disini hingga kios ditutup. “ Ucap istri Jarjit dengan khawatir
“Tenang, jika ini memang jalannya pasti ada rencana Tuhan yang menakjubkan dibalik musibah ini. “ Jawab Jarjit dengan tenang
            Mulai dari hari itu kios mereka selalu sepi, merekapun memberitahu kepada rekan-rekannya perihal musibah yang sedang dihadapi, rekan-rekannya membantu dengan cara membagikan bakso gratis dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa bakso ini aman, bila ada yang langsung sakit kami akan bertanggung jawab, masyarakat yakin bahwa ucapan para jemaah pengajian itu bisa dipegang, merekapun mencobanya lagi setelah beberapa minggu tidak memakan bakso buatan Jarjit dan istrinya itu. Wajah-wajah puas terpancar pada wajah setiap orang yang mencobanya, dan terungkap mengapa Jarjit mendapatkan tepung dan daging kualitas buruk, ternyata terjadi kesalahan saat pembelian daging dan tepung, pedagang salah memasukkan daging dan tepung ke dalam kantung belanjaan istri Jarjit karena memang biasanya istri Jarjitlah yang berbelanja.
            Setelah kejadian itu Jarjit dan istrinya menjadi lebih hati-hati dan lebih bersemangat, mereka selalu ramah terhadap pembeli agar merasa nyaman makan di kiosnya. Selain itu bisnis bersama yang lain juga tetap berjalan, diantara semua bisnis bersama itu bisnis baksolah yang paling baru, baru sekitar empat bulan berdiri, tetapi sudah mengalami masalah yang mengakibatkan usaha bersama itu semakin berkembang. Merekapun sudah ada niat untuk membuat cabang di tempat lain, agar semakin banyak orang yang merasakan kenkmatan “Bakso Super 86” ini.
            Ada banyak sekali hikmah dari pembuatan usaha bersama ini, kesulitan akan terasa ringan bila diselesaikan bersama - sama. Setiap orang pasti punya kemampuan yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan, yang jika dimanfaatkan untuk hal baik, apalagi menolong orang, kemampuan itu akan bertambah berkah. Kemampuan setiap manusia pasti akan saling melengkapi, tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri, kita hanya mempunyai sebelah sayap yang bisa terbang hanya dengan bekerjasama. Jikalaupun membangun perusahaan sendiri tetap membutuhkan bantuan orang lain.

-TAMAT-

Based on true story, hopin we will get many benefit.
I interviewed one of the traders in Batujajar, West Bandung, West Java, Indonesia. Thank you


Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar