Bisnis Buah Kebersamaan
“Brukk..”
suara sesuatu yang terjatuh, semilir udara panas siang hari menyapu debu,
searah mata angin terasa oleh Jarjit sehigga dia menuruti angin untuk melihat
apa yang terjadi, seorang pria berusia sekitar 20 tahun-an sebaya dengannya
sedang menurunkan beban-beban yang dia bawa berupa barang-barang bekas, dan dia
membantu meringankan bebannya.
“Terimakasih banyak!!” Ucap pemulung
muda itu dengan santun.
“Sama-sama tetap semangat yaa! ”
Ucap Jarjit dengan penuh semangat.
Jarjit adalah seorang pria bertubuh
tinggi berkulit sawo matang dengan rambut pendek lurus, lulusan sekolah
tataboga di salah satu sekolah di Jawa Barat.
Dimalam
hari dia teringat sesuatu karena melihat pria seumurannya siang tadi, takdir
Tuhan memang sudah terancang sangat indah. Teringat kembali masa-masa SMA,
disaat dia masih bisa berkumpul bersama sahabat-sahabatnya yang entah sedang
apa dan dimana mereka sekarang, mungkin mereka sedang bertugas di luar pulau,
atau ada yang pindah ke luar negeri dia tak tahu. Tiba-tiba,
“Astagfirullah, memikirkan apa aku
ini? Apakah teman-teman pengajianku
setiap hari bukanlah sahabatku, Jarjit.. Jarjit.. bodoh sekali kau ini!” gumam
Jarjit kepada dirinya sendiri.
Dia
baru menyadari bahwa belakangan ini dia aktif mengikuti pengajian di daerahnya,
dan mendapat teman-teman yang setia, dia jadi aktif di lingkungan sekitar rumahnya, karena belum bisa mewujudkan
keinginannya untuk kuliah. Tetapi dia tetap tidak patah semangat dengan tetap
mencoba melamar berbagai pekerjaan, alhasil rasa bosan karena kehidupan seorang
pegawai yang monoton semakin membesar dalam dirinya.
“ Apakah kehidupanku akan tetap
seperti ini? Sampai kapan? Ya Tuhan..” Gumam Jarjit dalam hati
Suatu
hari pengajian yang diikuti oleh Jarjit mengadakan rapat, entah apa yang akan
dibicarakan, Jarjit tidak tahu, dia hanya ikut senang bisa berkumpul dengan
banyak orang karena akan mendapat ilmu baru. Anggotanya lumayan banyak dari
mulai anak SMP sampai orang dewasa, mulai dari pendiam sampai yang pandai
bicara. Rapat dimulai dengan ucapan salam dari ketua rapat yang berwibawa lalu
pembacaan basmalah bersama-sama, Jarjit mengikutinya dengan penuh semangat karena
yakin ini akan sangat bermanfaat baginya, lalu pembicaraan dibuka.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh” Pembukaan oleh ketua rapat.
“Wa’alaikumsallam Warahmatullahi
Wabarakatuh” Peserta menjawab serentak.
“Jadi begini, belakangan ini saya
sering mendengar keluhan mengenai pekerjaan, kebutuhan yang semakin membengkak,
dengan penghasilan yang sama setiap bulan. Kehidupan seorang pegawai memang
seperti itu, saya yakin semua yang hadir disini memiliki kemampuan (skill) yang
tidak digunakan saat bekerja, bukan?” Jelas ketua rapat
“Betul sekali! Kemampuan yang saya
pelajari di sekolah tidak terpakai sekarang” Ucap Jarjit
“Saya juga, saya sangat ingin hobi menghasilkan uang” Ungkap salah satu pria peserta
rapat berambut keriting.
“Sepertinya menyenangkan, bila hobi
dapat menghasilkan uang” Ungkap peserta lainnya yang berkulit putih dan rambut
cepak lurus.
“ Jadiiii... kita harus memanfaatkan
itu! ” Ungkap ketua rapat dengan penuh semangat.
“Tapi kendalanya ada pada modal,
dari dulu masalah yang saya hadapi selalu modal.” Keluh salah satu peserta
rapat perempuan berkerudung.
“Ya sudah, kalau begitu, kita
patungan saja mengumpulkan modal, bagaimana? “ Ungkap Jarjit.
“Usaha bersama?” Tanya salah satu
peserta rapat berkulit putih.
“Iya, benar, benar sekali. “ Jawab
Jarjit.
“Bagaimana dengan pembagian labanya?
“ Tanya seorang laki-laki muda berkulit bersih.
“Untuk pembagian laba, kita akan
mengakumulasikan laba setahun lalu dibagi kepada yang menyimpan modal,
bagaimana? “ Ungkap ketua rapat.
“Bagus juga, agar terlihat labanya,
dari pada sehari, itu sangat sulit. “ Sahut anak SMP yang sungguh pemberani.
“Ya
sudah, keputusannya kita akan membuat usaha bersama, dengan mengembangkan
kemampuan (skill) masing – masing, sepakat. Tapi jangan lupa tetap
gunakan syariat islam sebagai pedoman, yaa.. “ Jelas ketua rapat.
Peserta rapat menanggapinya dengan
penuh semangat, siapa yang tidak semangat bila hobi bisa menghasilkan uang, itu
pasti menyenangkan sekali. Ide yang pertama berjalan adalah bantal foto, bantal
yang ada foto si pemesan di bantal tersebut, promosi dilakukan di berbagai
media, hingga media sosial dengan kemampuan salah satu jemaah dibidang printing.
Lalu bengkel, karena salah satu jemaah yang pandai dibidang mekanik. Seiring berjalannya waktu satu persatu jemaah
mulai mundur dari kegiatan ini, hanya 3 orang yang tersisa dan melanjutkan
usaha bersama ini, Ide keempat yaitu ide Jarjit, dia mendirikan kios bakso
dengan nama yang unik “Bakso Super 86” nama “Bakso Super” mempuyai makna bahwa
bakso yang dijual terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas sekaligus 100%
halal, sedangkan “86” mempunyai makna, seperti slogan polisi dengan tujuan
mampu menangkap pembeli untuk makan dan mampir di kiosnya. Idenya muncul karena
dia pernah bersekolah dengan keahlian tataboga (memasak). Tiba-tiba suatu hari,
“
Semoga hari ini bisa rame ya bang, “Ucap istri Jarjit dengan lembut.
“Aamiin,
semoga rame. “ Sahut Jarjit.
Pada pukul 10 pagi ada sepasang
suami istri yang makan di kiosnya, setelah mereka selesai, hingga malam hari
mereka menunggu pembeli tidak ada satupun orang yang makan bahkan mampir untuk
bertanyapun tidak ada. Jarjit dan istrinya kebingungan sekaligus sedih, mengapa
orang-orang tidak menyukai baksonya lagi.
“Kira-kira
ada apa yaa, mengapa mereka tidak menyukai lagi baksonya? “
“Mungkin
kita harus mencobanya, bagaimana? “
“Oh
betul betul! “
Merekapun mencoba produknya sendiri,
“Pantas
saja, mereka tidak suka! “ Ungkap istri Jarjit yang berkerudung juga berkulit
bersih itu.
“Sepertinya
kita salah memilih tepung. “ Jelas Jarjit
“Kita
juga salah memilih daging, ini sepertinya sudah kadaluwarsa, bagaimana ini? pelanggan pertama tadi pasti sudah
menyebarkannya makannya tidak ada yang makan disini hingga kios ditutup. “ Ucap
istri Jarjit dengan khawatir
“Tenang,
jika ini memang jalannya pasti ada rencana Tuhan yang menakjubkan dibalik
musibah ini. “ Jawab Jarjit dengan tenang
Mulai dari hari itu kios mereka
selalu sepi, merekapun memberitahu kepada rekan-rekannya perihal musibah yang
sedang dihadapi, rekan-rekannya membantu dengan cara membagikan bakso gratis
dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa bakso ini aman, bila ada yang langsung
sakit kami akan bertanggung jawab, masyarakat yakin bahwa ucapan para jemaah
pengajian itu bisa dipegang, merekapun mencobanya lagi setelah beberapa minggu
tidak memakan bakso buatan Jarjit dan istrinya itu. Wajah-wajah puas terpancar
pada wajah setiap orang yang mencobanya, dan terungkap mengapa Jarjit
mendapatkan tepung dan daging kualitas buruk, ternyata terjadi kesalahan saat
pembelian daging dan tepung, pedagang salah memasukkan daging dan tepung ke
dalam kantung belanjaan istri Jarjit karena memang biasanya istri Jarjitlah
yang berbelanja.
Setelah kejadian itu Jarjit dan
istrinya menjadi lebih hati-hati dan lebih bersemangat, mereka selalu ramah
terhadap pembeli agar merasa nyaman makan di kiosnya. Selain itu bisnis bersama
yang lain juga tetap berjalan, diantara semua bisnis bersama itu bisnis
baksolah yang paling baru, baru sekitar empat bulan berdiri, tetapi sudah
mengalami masalah yang mengakibatkan usaha bersama itu semakin berkembang.
Merekapun sudah ada niat untuk membuat cabang di tempat lain, agar semakin
banyak orang yang merasakan kenkmatan “Bakso Super 86” ini.
Ada banyak sekali hikmah dari
pembuatan usaha bersama ini, kesulitan akan terasa ringan bila diselesaikan
bersama - sama. Setiap orang pasti punya kemampuan yang sudah dianugerahkan
oleh Tuhan, yang jika dimanfaatkan untuk hal baik, apalagi menolong orang,
kemampuan itu akan bertambah berkah. Kemampuan setiap manusia pasti akan saling
melengkapi, tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri, kita hanya mempunyai
sebelah sayap yang bisa terbang hanya dengan bekerjasama. Jikalaupun membangun
perusahaan sendiri tetap membutuhkan bantuan orang lain.
-TAMAT-
Based on true story, hopin we will get many benefit.
I interviewed one of the traders in Batujajar, West Bandung, West Java, Indonesia. Thank you
0 komentar:
Posting Komentar